Wabah Difteri : Apa itu Penyakit Difteri?

wabah-penyakit difteri

Akhir-akhir tahun 2017 ini indonesia di ramaikan oleh salah satu penyakit yang sedang mewabah dan menewaskan banyak nyawa, yaitu penyakit difteri. Secara umum penyakit difteri ini merupakan suatu kondisi di karenakan infeksi bakteri yang umumnya menyerang salah satu organ tubuh yaitu selaput lendir pada hidung pasien. Selain itu juga beberapa kasus penyakit difteri menyerang tenggorokan serta kadang juga mempengaruhi kulit dari si pasien.

wabah-penyakit difteri

Penyakit difteri sendiri merupakan jenis penyakit yang tergolong cepat menular dan juga termasuk infeksi serius meskipun hanya menyerang pada bagian organ tertentu.

Penyakit difteri ini merupakan salah satu jenis penyakit yang tidak akan terjangkit pada siapa pun asalkan bisa di cegah sedini mungkin. Salah satu cara pencegahan dari difteri itu sendiri adalah melakukan imunisasi. Sebetulnya imunisasi difteri sendiri merupakan salah satu program imunisasi wajib yang di berikan pemerintah melalui kementerian kesehatan. Biasanya dalam pemberian imunisasi nya , difteri di kombinasi kan dengan 2 jenis imunisasi penyakit lain seperti pertusis dan juga penyakit tetanus yang di sebut dengan imunisasi DPT( Difteri , Pertusis dan Tetanus ).

Penyebab Penyakit Difteri

Hampir semua penyakit pasti ada penyebabnya , begitu juga dengan penyakit difteri. Penyebab dari penyakit difteri ini adalah terinfeksinya tubuh seseorang oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dimana akan menyerang tubuh pasien dengan mudah terutama bagi pasien yang belum pernah imunisasi DPT.

Cara penularan Penyakit Difteri

Seperti yang sudah di bahas tadi bahwa penyakit ini merupakan penyakit yang mudah menular dari seorang penderita difteri ke orang yang sehat. Beberapa cara penularan nya adalah :

  1. Terhirup nya bakteri penyakit difteri melalui percikan ludah yang di keluarkan si penderita melalui tahap bersin atau pun batuk.
  2. Terkontaminasi nya beberapa barang seperti handuk , mainan atau barang makanan yang sudah terkontaminasi bakteri penyebab penyakit difteri
  3. Adanya sentuhan langsung pada luka akibat difteri pada kulit penderita penyakit difteri

Cara Kerja Penyakit Difteri

Difteri sendiri seperti yang sudah di jelaskan di awal bahwa infeksi yang di sebabkan oleh bakteri yang di mana bakteri difteri ini menghasilkan beberapa zat beracun yang akan membunuh sel-sel baik atau pun sel sehat yang ada di sekitaran tenggorokan. dengan membunuhnya sel-sel baik di sekitar tenggorokan akan memberikan dampak munculnya membran atau pun lapisan tipis berwarna abu tua di sekitaran tenggorokan yang dimana itu merupakan sel-sel baik yang mati karena ter papar zat beracun yang di keluarkan oleh bakteri difteri itu.

Tak cukup disitu , racun yang di hasilkan bakteri itu sangat riskan dan mungkin bisa menyebar ke semua organ dalam tubuh kita yang dimana cara penyebarannya melalui aliran darah yang bisa menyerang beberapa organ vital seperti jantung , ginjal , sistem syaraf dan berbagai organ lainnya yang ada di dalam tubuh kita.

Gejala atau Ciri seseorang terkena Penyakit Difteri

Beberapa orang yang terkena difteri pada tingkat awal biasanya tidak menunjukan gejala yang menonjol dan tidak ada yang berbeda dari tubuh si pasien. Hal itu yang membuat difteri ini dengan mudah menyebar dan terjangkit pada banyak orang. Namun ada juga dalam beberapa kasus pasien yang terkena difteri memberikan ciri atau pun gejala yang mengindikasikan gejala penyakit difteri yaitu :

  • Adanya suatu lapisan yang sangat tipis dengan warna abu . Letak daripada lapisan ini memanjang di sekitaran tenggorokan yang akan menutupi beberapa bagian tenggorokan terutama daerah amandel.
Gejala Difteri
sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/
  • Pasien akan merasakan demam dengan tubuh yang mengigil
  • Terasa sakit ada tenggorokan dan pita suara kita jadi terasa serak dan berat
  • kesulitan dalam bernafas yang menimbulkan nafas kita akan tidak teratur
  • Munculnya pembengkakan di beberapa bagian seperti kelenjar limfe yang terdapat pada leher
  • Selalu merasakan lemas dan lelah seperti yang di rasakan orang yang terkena anemia.
  • Terjangkit nya penyakit pilek yang biasanya ada cairan di dalam hidung yang lama kelamaan akan mengental dan juga tercampur darah.
  • Selalu mengeuarkan batuk yang keras
  • Perasaan  yang tidak nyaman
  • Perubahan pada penglihatan secara keseluruhan

Selain beberapa gejala yang sudah di sebutkan di atas tadi , beberapa kasus pada pasien yang terkena difteri dapat menyerang kulit yang dimana dapat menyebabkan luka parah seperti borok. Apabila dirumah atau pun anda mengalami atau merasakan gejala-gejala yang di sebutkan diatas, alangkah lebih baik periksa kan langsung ke dokter ahli agar mendapatkan penanganan yang cepat dan prima.

Faktor yang dapat Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Difteri

Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit yang di akibatkan oleh bakteri yang dimana pasti ada tempat dan asal muasal akan bakteri itu . Beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terkena difteri adalah :

  • Lokasi tempat tinggal yang tidak bersih dan juga tidak menjaga ke hiegienisan dalam bekerja merupakan faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena difteri
  • Tidak mendapat vaksinasi difteri terbaru
  • Memiliki gangguan sistem imun, seperti AIDS
  • Memiliki sistem imun lemah, misalnya anak-anak atau orang tua
  • Tinggal di kondisi yang padat penduduk atau tidak hiegienis.

Pencegahan dan Vaksin Penyakit Difteri

Pencegahan difteri dilakukan dengan mengehentikan penularan virus baik dengan vaksinasi atau pun mencegah penularan ke individu lainnya. pencegahan meliputi :

  • Melakukan cuci tangan secara berkala ketika sebelum melakukan sesuatu dan setelahnya, melakukan cuci tangan yang baik sebelum makan.
  • Penggunaan masker, karena dapat menyebar melalui udara penggunaan masker jadi efektif untuk mengurangi risiko penularan nya.
  • Menjaga kebersihan diri dan juga termasuk pakaian yang kita gunakan sehari-hari.
  • Dan yang paling penting adalah membentuk antibodi terhadap bakteri difteri dengan melakukan vaksin lengkap ketika balita.

Pencegahan penyakit difteri dengan imunisasi/ vaksin merupakan suatu kewajiban. Pada bayi pada usia 0-11 imunisasi difteri dilakukan sebanyak 3 kali yaitu pada usia 2, 3 dan 4 bulan berupa vaksin dasar DPT-Hib-HB. kemudian 1 kali lagi pada usia 18 bulan. Pada anak sekolah dasar, ketika kelas 1 SD wajib mendapatkan vaksin DT. Pada anak kls 2 dan 5 SD wajib mendapatkan vaksin Td.

Ketika saat artikel ini ditulis (12/2017), pemerintah Indonesia melakukan tindakan ORI ( Outbreak Response Immunization ). ORI disini adalah pemberian vaksin difteri kepada orang yang berusia diatas satu tahun hingga dibawah 19 tahun. Program ini akan dilakukan sebanyak tiga putaran yaitu 0 bulan, 1 bulan, dan 6 bulan.

Pengobatan Penyakit Difteri

Sama halnya dengan penyakit pada umumnya , penyakit difteri ini bisa di obati dan juga bisa sembuh asalkan pasien lebih cepat memeriksa

Wabah-Penyakit-Difteri

kan kondisinya ke dokter ahli agar bisa mendapatkan pertolongan dengan cepat. ada 2 cara pengobatan yang bisa di jalani yaitu:

  • Pengobatan dirumah

Cara yang pertama dalam pengobatan di rumah yaitu dengan perbanyak istirahat dan juga jaga pola makan kita , usahakan minum vitamin yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh ketika kita merasa berisiko untuk tertular penyakit difteri. Pengunaan masker dan menjaga kebersihan tangan dapat mengurangi area infeksi menyebar lebih luas lagi. Selain itu juga hindari bertemu dengan beberapa orang agar penyakit difteri ini tidak menyebar ke orang lain.

  • Pengobatan di rumah sakit

Langkah ini harus di lakukan apabila penyakit difteri ini berlanjut dan semakin parah. Langkah pertama yang biasanya dokter lakukan adalah dengan penyuntikan antitoksin  yang akan membantu melawan infeksi serangan bakteri di dalam tubuh agar tidak ada penyebaran lebih luas lagi. selain itu juga dokter bisa saja memberikan obat antibiotik untuk membantu memulihkan kondisi yang sudah terkena infeksi bakteri.

Jika dirasa sudah ada peningkatan , langkah selanjutnya adalah menyuntikan obat atau pun meminum obat agar tidak terserang kembali penyakit difteri di masa yang akan datang. atau pun bisa juga untuk menyuntikan vaksin Difteri.

Ditahap pemulihan dokter pasti akan menyarankan pasien untuk rawat jalan karena dibutuhkan observasi yang lebih lanjut agar pasien bisa sembuh total. Namun dalam kondisi yang cukup parah , dokter pasti akan merekomendasikan pasien untuk di rawat inap agar mendapat kan pelayanan dan juga penanganan yang lebih intensif

Berikut di atas adalah penjelasan wabah difteri dan apa itu penyakit difteri. Penyakit jenis ini adalah ancaman nyawa tersendiri yang biasanya tidak bisa hidup dalam pola sehat dan juga bersih. Dan pentingnya vaksin DPT untuk mencegah terjangkitnya penyakit ini.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s